logo

IPIS

Intellectual Property Information System

developed by DIRBT UI

EKSTRAK ETANOL HERBA CIPLUKAN (Physalisangulata L) UNTUK PENGOBATAN FIBROSIS KULIT PADA SKLERODERMA

Invention Type: Patent / Case Number: #371

Deskripsi

Skleroderma merupakan penyakit autoimun yang resisten terhadap pengobatan standar. Tanaman herba tradisional diketahui banyak manfaatnya untuk pengobatan penyakit, termasuk herba ciplukan yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan. Tujuan penelitian ini mengkaji efek ekstrak etanol herba ciplukan (Physalis angulata Linn.) pada fibrosis kulit skleroderma dalam terapi standar, berdasarkan nilai MRSS, biomarker inflamasi, imunologi, dan fibrosis serum. Uji klinis acak tersamar ganda dilakukan pada pasien skleroderma stabil yang berobat jalan di RSCM dan RSHS, November 2015-Maret 2017. Pasien dengan riwayat autoimun lain, hipoglikemia, dan hipotensi diekslusi. Subjek secara random terbagi dua: kelompok uji (mendapat ekstrak etanol herba Ciplukan 3x 250 mg/hari selama 84 hari) dan kelompok plasebo. Pemeriksaan nilai MRSS, LED, kadar P1NP, BAFF dan sCD40L dilakukan setiap 28 hari, hingga akhir penelitian. Lima puluh sembilan subjek, 29 di kelompok uji dan 30 di kelompok plasebo, rerata usia 41 ± 9 tahun, dengan proporsi wanita : pria = 9 : 1. Ditemukan perbaikan fibrosis kulit bermakna pada kelompok uji dengan penurunan relatif MRSS sebesar 35,9% (p <0,001) dibandingkan plasebo 6,3% (p =0,080), dan penurunan relatif kadar P1NP sebesar 17,8% (p =0,002) dibandingkan plasebo 0,7% (p =0,158). Didapatkan nilai NNT 2. Tidak ditemukan penurunan kadar LED, BAFF dan sCD40L pada kedua kelompok. Terdapat korelasi positif bermakna antara MRSS dengan kadar P1NP (r = 0,236, p = 0,036). Pemberian terapi ajuvan ekstrak etanol herba ciplukan dosis 3 x 250mg selama 84 hari pada skleroderma dalam terapi standar, secara klinis dan statistik bermakna memperbaiki kelainan fibrosis kulit berdasarkan nilai MRSS dan biomarker fibrosis P1NP serum.

Inventor

Informasi Patent

IDP000072003

Granted